Sunday, April 8, 2007

Filosofi Kopi + Mendung

Hari yang mendung dan kelabu, hujan mengguyur membuat orang-orang basah kuyup bagai kucing yang kejebur....

kupikir akan jadi hari yang gak enak, bagai kopi yang di campur dengan air tuak

memang ada rasa tegang kayak pertama kalinya kerja magang

terlalu banyak pertanyaan tapi memang tidak bisa di ungkapkan

terlalu banyak kekesalan tapi memang lebih baik tidak di bahas

dua sisi yang sama tetapi berbeda, berbeda tapi sama.. koq aneh?

kalo satu bilang salah yang satu bilang benar, tapi siapa yang benar siapa yang salah

rasanya Tuhan tidak terlalu perduli.. hanya beda prinsip dan sama sama keras kepala...

kesal jelas... ingin banting handphone tapi sayang.. jadi kubiarkan kepala ini rasanya melayang

yah kupikir hari ini akan jadi hari yang buruk.. yah apa boleh buat memang jadi hari yang kayak beruk..

pasti gareng dan semar akan geleng-geleng melihat mukaku yang tertekuk bersaing dengan petruk

memang jadi hari buruk.. Petruk pun akan setuju, walaupun harus ku bawa-bawa dalam curhatanku yang gak jelas

yang sok menjaga ritme kayak puisi gak berkelas..

Agaknya Tuhan pun gerah ngeliat aku ngedumel gak karuan dan berkata

"Nih! baca buruan!"

serasa melemparkan buku ke jidatku yang sebenarnya harus ku bayar di Toko gunung agung..

rugi bandar kupikir.. memang kadang aku ini kikir

tapi ternyata hidup memang harus menampar diriku lagi... membuatku tersenyum geli dan menghela napas..

ada tertulis

Kopi yang anda minum hari ini:
'Kopi Tiwus'
artinya:
walau tak ada yang sempurna,
hidup ini indah begini adanya.

filosopi kopi dan pelajaran hidup paling murah yang pernah kubayar
karya Dewi Lestari a.k.a Dee

paling tidak lebih murah dari pada buku tentang samurai jepang yang hampir ku beli...

thank you Dee, thank you God..

dan buat orang yang sangat spesial.. kita berdua memang gak bakalan ngerti prinsip masing-masing.. dan pastinya akan tetap sama-sama nekat dengan tuntutan-tuntutan kita yang gila, juga lelucon-lelucon yang gak penting.

tapi lo musti tau kalau semua yang kita alami gak bakalan tergantikan oleh 20.000 perak atau milyar baik rupiah atau pun dollar amerika

lo tetep sahabat gue yang lebih hebat daripada gatot kaca blasteran sun go kong..

dan pastinya gak ada orang lain lagi yang gue harapkan selain lo untuk adu urat sampai kita keriput dan ompong

yah tentunya.. selain istri gue... yang belum ketemu sampe sekarang..

2 comments:

J U D I T H said...

hidup itu memang indah dan apa adanya

vira said...

puisinya keren..terutama bagian..ritme yang terjaga seperti bait tak berkelas. i wonder whether u are a male or female. nggak ada yang segemas ini sebelumnya dalam berblogging ria. pasti masih muda.